haruskah aq menanti cinta tak pasti ........
meruskah aq berharap cinta sedeangkan dia tak tau ap yang kurasa
Tak bernyawa langkah hati menanti
Sebuah jawaban dari pujaan hati
Menanti dengan sejuta harap dimimpi
Hingga gundah seakan menemani
Setiap gerakan hati melampaui
Ketakutan akan kehilangan mimpi
Mimpi akan datangnya hari
Bersama sang belahan hati
Memendam rasa
Tak bisa ungkapakan rangkaiyan kata
Sebutir cinta tlah tumbuh
Serpihan harapan tlah menghilang
pejamkan mata sejenak
Hanya untukmu
Memberi kenyataan dalam khayalan
Tuk bisa milikimu
Hingga kuterlelap
ku takan menyesali
hingga ku tak terbangun
kan kubawa cinta ini slama nya
Keabadian tak pernah ada dalam dunia
Kebahagiaan tak dapat dirasa selama hati belum bisa menerima dengan apa adanya
Kadang kepedihan perlu kita temani,agar kita bisa menghargai kebahagiaan yang datang nanti
Apa yang ada dihari ini itulah kenyataan,sedang hari esok adalah impian
Apa yang kita alami itulah kenyataan takdir yang memang harus kita jalani meski semua
tak sejalan dengan harapan hati
Hidup itu ibarat jalan yang tak tau dimana pangkalnya,jadi telusurilah hidup ini,agar
kita tahu dimana pangkalnya tuk menggali letak sang mutiara hidup bertahta
Mencintai adalah sebuah hak tapi tuk memiliki bukanlah sebuah keharusan,karnah
dalaam hidup tak cukup kalo hanya untuk mengharuskan
Mengerti dan memaklumi segala-galanya menjadikan orang penyantun dan pemaaf
Tuhan,
Bila aku terlalu kotor,
Jika aku terlalu hina,
Maka hinakan aku diantara suci-Mu
Tuhan,
Bila tubuh ini terlampau rapuh,
Jika diri ini terlampau berdebu,
Maka buang aku diantara indah-Mu
Gunung di seberang sana bagai dosa
Berdiri gagah perkasa menantang prahara
Yang kubuat adalah apa yang terlihat
Yang kucetak adalah apa yang perkasa
Karena akulah seorang sudra
Ketika angkasa bergejolak malam ini
Kemudian muntahkan berember-ember air mata
Akulah satu sudra menantang malapetaka
Menggigil diantara kehangatan selimut Brahmana
Sementara yang kupunya hanyalah kain terkoyak zaman Belanda
Dan kata-kata pelipur jiwa
Karena akulah seorang sudra
Runtuh sudah semua bangunan megah
Yang dulu kubangun atas nama cinta
Yang selalu kubersihkan dari dusta
Hanya tinggal satu atap di atas tembok udara
Yang berharap dapat kusangga dengan tangan mulia
Meski tangan itu kini telah tiada
Berganti tangan kotor penuh luka
Mengharap seseorang kan berikan penawar duka
Tapi akulah seorang sudra
Aku hina,
Aku kotor,
Akulah seorang sudra
Tuhan,
Kutahu tak kan pernah raih inginku
Kusadar tak kan pernah gapai izinmu
Tuk sekedar menikmati dunia seindah surga
Karena akulah seorang sudra
Tapi tak bolehkah ku mengecap sedikit manis lidahku?
Tidakkah kau mengizinkanku kembali menggapai masa emasku?
Tidakkah aku kan Kau ijinkan jumpai belahan hatiku?
Ah tidak,
Kukira tidak
Karena Kau telah mengamankannya dalam lingkaran Brahmana yang agung
Hingga takkan pernah ada sudra mengepung
Bisa jadi akulah sudra itu
Jadi, Tuhan,
Berikan saja sudra ini anggur
Berharap manisnya kan hangatkan tenggorokan yang kerontang
‘pun tlah Kau muntahkan sejuta bah
Yang sudra ini tak bisa mengecapnya walau setitik
Atau,
Berikan aku selimut Brahmana malam ini saja